Kabar Dunia Desain

Info Seputar Desain dan Visual

Pertunjukan dan Kreasi

Pementasan dan Pagelaran Seni

Seni dan Multimedia

Lintas Berita Multimedia Mania

Terbitan Getart Terbaru

Download Majalah Getart Gratis!

Warta Liputan Getart

Liputan Langsung Majalah Getart

Home » Warta Liputan Getart

Dunia Anak Harus Enak

Oleh: edza - Monday, 25 January 20103 Kontribusi

Tak percaya kalau orang dewasa tidak akan iri melihat kegiatan mereka, kegiatan yang mungkin tidak pernah ditemukannya semasa kanak-kanak. Berlari, meloncat, menggambar, dan permainan lainnya, adalah kegiatan mereka saban hari. Seperti yang terlihat pada Biennale Anak di Taman Budaya Yogyakarta (TBY), 16-21 Januari 2010. Anak-anak dengan riang gembira bermain, “Memang seharusnyalah seperti itu, karena dunia anak harus enak,“ kata salah seorang pengunjung.

Biennale Anak, adalah salah satu wahana yang diadakan untuk mengekspresikan keinginan mereka. Seperti yang diutarakan oleh Pramudya, salah satu panitia Biennale Anak yang mengurusi mural. “Kami hanya sebatas fasilitator, jadi kita beri kebebasan kepada mereka untuk berekspresi.”

Syahdan, Biennale Anak yang diadakan pertama kali di Yogyakarta ini merupakan sebuah gebrakan yang luar biasa. Karena sebagai Biennale yang pertama di Dunia. Namun yang sangat penting, pameran ini memberikan pemahaman kepada khalayak umum, kalau sesungguhnya dunia anak adalah dunia penuh kebahagiaan, bukan perkosaan.

Berawal dari kegelisahan para seniman Yogyakarta yang menyaksikan semakin hilangnya kebebasan anak. Mereka dituntut untuk selalu mengikuti kemauan orangtua mereka. Alih-alih kreatifitas mereka berkembang, kebuntuan kreatifitas yang justru akan ditemui.

Apa yang dikhawatirkan para seniman Yogyakarta tentunya tidak berlebihan, karena dalam psikologi anak mengajarkan untuk meberikan kebebasan kepada mereka. Sifat yang ada dalam diri mereka haruslah terus ditumbuhkembangkan, orangtua hanya sebatas fasilitator yang tidak boleh memaksakan kehendaknya terhadapa anak-anak. Karena hal itu dapat mempengaruhi dinamika perkemban juga daya kreativitas hidup.

Ketika anak memiliki kebebasan, mereka dapat memilih mana yang baik dan buruk, mana yang benar dan salah. Kebebasan tersebut dalam rangka membentuk karakter dan jiwa yang tangguh, pemberani, mempunyai kepercayaan diri, suka membela kebenaran serta menolong yang lemah. “Kami sebagai panitia yang sudah bisa dibilang tua dibandingkan dengan mereka, hanya sebatas fasilitator atau pemantau,” ucap Pramudya.

“Sifat mereka yang masih anak-anak dan suka bermain itu, memberikan peluang tersendiri bagi kita untuk melakukan pemantauan, sehingga mengetahui potensi yang dimiliki oleh si anak.” Tambahnya. Dengan begitu, potensi-potensi yang dimiliki oleh mereka dapat dimaksimalkan, seperti halnya yang dialami oleh Ara. Selama ikut acara Biennale Anak, dirinya jadi berani tampil untuk mengekspresikan dirinya, dan tahu arti demokrasi. “Bisa melukis, menari, bermusik, dan masih banyak lagi,” itulah kebahagiaan yang diutarakan oleh Ara.

Ghifary, seorang anak yang baru duduk dikelas satu sekolah lanjutan tingkat pertama, mengaku dapat berimajinasi dan berekspresi karena ia mendapatkan kebebasan dan bimbingan orang tua. Bukunya yang berjudul Negeri Cretasius, adalah bukti kemampuannya mengolah potensi yang dimiliki. “Ini hasil imajinasi saya,” ungkap Givary dalam bedah buku yang diadakan panitia Biennale Anak.

Banyak sekali yang senang dengan adanya Biennale Anak ini, tidak hanya anak-anak, orang dewasa juga tertarik dengan acara ini. Karena Biennle ini tidak hanya mendidik anak untuk berkreatifitas, “Biennale Anak ini juga mendidik orangtua bagaimana memperlakukan anaknya,” kata salah seorang pengunjung yang menunggui anaknya.

Dunia Anak dan kegembiraan bagaikan dua sisi mata uang logam yang tidak bisa dipisahkan, karena memang itulah seharusnya. “Semoga anak-anak Indonesia dapat bahgia semua, seperti kami di sini,” doa Ara untuk anak Indonesia.[(F.Ulya Himawan)]

view: 14%

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

3 Kontribusi »

  • Edni Jamaryami :

    Wah betul sekali..dunia anak harus enak…kami juga tidak pernah memaksa anak kok, segala aktivitas anak cuma kami arahkan…semoga sukses selalu buat anda dan karya2 anda…

  • edza (Getart Creative Team) :

    iya benar..jangan sampai anak merasa tertekan dan depresi

  • ali :

    kalau terlalu ke-enak-an gimana???

Kirimkan Komentar Anda..

tag:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>