Kabar Dunia Desain

Info Seputar Desain dan Visual

Pertunjukan dan Kreasi

Pementasan dan Pagelaran Seni

Seni dan Multimedia

Lintas Berita Multimedia Mania

Terbitan Getart Terbaru

Download Majalah Getart Gratis!

Warta Liputan Getart

Liputan Langsung Majalah Getart

Home » Warta Liputan Getart

Ara yang Tak Patah Arang

Oleh: edza - Monday, 25 January 20101 Kontribusi

Wajahnya terlihat kusut dan lelah, namun senyum selalu tersungging dari bibirnya.

Adalah Mutiara, gadis kecil yang baru duduk kelas 4 sekolah dasar itu, datang menghampiri ibunya. Mendekap sebentar, tersenyum sambil berbisik pada ibunya, terus pergi lagi bermain dengan teman-temannya.

Ara, begitulah orang-orang biasa memanggilnya. Gadis kecil itu, sekarang mempunyai kesibukan baru. Sehabis pulang sekolah, Ara selalu datang ke Taman Budaya Yogyakarta (TBY), di situlah ia menemukan keceriaan yang belum pernah ia temukan. “Sehabis pulang sekolah, aku langsung ke sini,” ucapnya penuh semangat.

Mengikuti sebuah pameran, adalah kegiatan yang pertama kali dilakoninya. Terlebih pameran ini merupakan pameran yang pertama kali di Indonesia, bahkan di pentas Dunia, Biennale Anak, yang diadakan di TBY, 16-21 Januari 2010. Dua buah karya foto dokumentasi miliknya, turut dipamerkan.

Sebelumnya ia dikabari temannya kalau akan ada pameran anak tentang seni. Ia semangat mendengarnya, semua karya ia kumpulkan untuk dapat ikut pameran anak. Ara pun tak akan patah arang kalau ia tidak dapat ikut. Dan akhirnya, Ara dapat kesempatan tersebut.

“Aku senang ikut Biennale Anak, temanku jadi bertambah banyak.” Itulah ungkapan yang keluar dari bibir kecilnya. Rasa senang yang ia ucapakan begitu terlihat. Meskipun wajahnya nampak lelah, ia tetap bersemangat bermain dengan teman-teman barunya. “Ara, natar kamu lelah loh,” ingat ibunya.

Selain dapat teman baru, Ara terpilih menjadi wakil Walikota Ceria Wonderland di Biennale Anak tersebut. Pemilihannya dilakukan mirip pemilihan presiden, Dari Anak, Untuk Anak, dan Oleh Anak. Jadi setiap ada sesuatu yang berkaitan dengan kegiatan Biennale Anak, Ara pun tak ketinggalan. Seperti yang diutarakan oleh ibunya. Seperti ketika di panggung utama sepi tidak ada yang pentas, ia mengajak teman-temannya untuk pentas bareng, mengekspresikan diri. “Sejak ikut Biennale Anak ini, Ara terlihat berani untuk tampil,” jelas ayahnya.

Terlihat Ara banyak membawa uang mainan, yang mereka sebut dengan Uang Dolan. “Ini aku bawa banyak uang, mas,” ucapnya sambil menunjukkan isi dalam tas. “Uang ini untuk tiket masuk Kota Ceria Wonderland, dan aku wakil walikotanya,” tambahnya.

Ara memang gadis kecil yang manis. Dia bisa mendapatkan banyak kesempatan bermain dan berorganisasi. Seperti yang dilakukanny di Biennale Anak. Dari pengalaman ikut Biennale Anak ini, ia sudah sanggup mengatur Kota Ceria Wonderland dan berkarya. [(F.Ulya Himawan)]

view: 4%

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

1 Kontribusi »

  • edza (Getart Creative Team) :

    kita harus mendidik generasi anak2 supaya kreatif

Kirimkan Komentar Anda..

tag:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>