Getart #4
Biennale Jogja X-2009 telah berakhir dengan sukses dan meriah, setelah itu Yogyakarta kembali menggelar event yang pertama kali di adakan di Yogyakarta bahkan di Dunia yaitu Biennale anak.Biennale Jogja X-2009 telah berakhir dengan sukses dan meriah, setelah itu Yogyakarta kembali menggelar event yang pertama kali di adakan di Yogyakarta bahkan di Dunia yaitu Biennale anak.
Tujuan diadakan biennale anak ini guna kepentingan untuk memberikan pendidikan seni terhadap anak-anak. Sehingga Biennale Anak inilah wadah untuk menciptakan ruang baru untuk mengekspresikan dan menumbuhkan percaya diri. Sehingga nantinya kita akan menciptakan seniman-seniman kecil yang akan menggantikan kami kelak. Tapi pada proses-proses selanjutnya diharapkan akan mengalami perkembangan pengelolaan program melibatkan anak-anak sampai mereka sendiri nanti yang menjalankan Biennale Anak ini.
Biennale Anak yang mengusung tema “doKuMenkU” ini akan diikuti 283 anak berusia 4-18 tahun dengan menampilkan beragam karya seni berupa karya lukis, foto, video, komik, kolase, boneka dan grafiti. Selain itu, juga akan diselenggarakan seminar, workshop, pemutaran film serta melukis bersama anak-anak dan seniman kondang.
Dalam acara pemutaran film di pertontonkan karya-karya yang sangat berkelas (Garin Nugroho) . Sementara untuk acara melukis bersama anak-anak, akan dihadirkan perupa Djoko Pekik dan Nasirun yang akan melukis bersama anak-anak.
Sebuah konsep baru dan unik akan dijajal dalam Biennale Anak nanti. Konsep itu adalah Pasar DolDolan. Pasar DolDolanan adalah ruang bermain yang seru, menantang, dan bisa dinikmati anak-anak selama pameran berlangsung. Biennale Anak yang pertama ini dibuka secara resmi oleh GKR Hemas yang akan diawali dengan karnaval anak yang akan diikuti kurang lebih 100 anak-anak dengan memakai topeng.
Yang unik dari Biennale anak ini adalah Anak-anak yang masuk ke kota ini diwajibkan membawa mainan bekas untuk ditukar dengan mata uang mainan bernama Dolan. Dan ini tentu saja hanya berlaku di kota mini. Selain itu harga tiket untuk menyaksikan film dan memasuki arena bermain anak hanya menggunakan sekitar 10 uang dolan ( 10 Logam Uang Mainan) “Kursnya Rp1.000 setara dengan satu uang dolan dan panitia menyediakan counter khusus penukaran uang. Bagi pengunjung yang akan melakukan transaksi harus memakai uang dolan,” 23 Januari 2009



edisi 4 terbitnya telat dikit ya gan
gpp mas terlambat yang penting bisa terbit
sedot….
*yang nunggu uda dihinggapi sarang laba-laba*
kwkwkwkwkw
siapa yang di sedot mas.. edza ?
[...] Biennale Jogja X-2009, sebuah event yang mengusung tema “doKuMenkU” diikuti sebanyak lebih dari 200 anak-anak yang hadir dengan kisaran umur dari 4-18 tahun. Dengan menampilkan berbagai karya seni sekaligus seminar, workshop dan pemutaran filem bersama anak-anak dan para seniman yang sudah kondang. Tujuan daripada event tersebut, semata-mata hanya untuk memberikan Pendidikan Seni terhadap anak-anak yang nantinya menjadi wadah wadah untuk menciptakan ruang baru untuk mengekspresikan dan menumbuhkan percaya diri di dalam anak-anak. Sebagai awal proses-proses selanjutnya diharapkan akan mengalami perkembangan pengelolaan program melibatkan anak-anak sampai mereka sendiri nanti yang menjalankan Biennale Anak ini. [...]
wah.,keren ini mas majalahnya.,buat bahan postingan mantap.,.thx berat mas.,
Kirimkan Komentar Anda..
Serba Serbi & Warta Liputan Getart Kreatif »
Maestro Musik Campur dari Gunungkidul tutup usia
Sumanto atau yang lebih dikenal Manthous, maestro musik campur dari Gunungkidul tutup usia, Jumat (9/3). Manthous meninggal dunia dalam usia 60 tahun setelah menjalani perawatan medis di salah satu rumah sakit di Jakarta akibat serangan …
[Getart Creative] Chat, Share dan Facebook Fans
Kilas Balik Majalah Online Getart Creative
Getart Creative - Top Video
getart artikel dan berita lainnya
bahasan online favorit pembaca getart
topik populer pilihan pembaca getart