Kabar Dunia Desain

Info Seputar Desain dan Event

Pertunjukan & Kreasi

Pementasan dan Pagelaran Seni

Seni dan Multimedia

Lintas Berita Multimedia Mania

Terbitan Baru Getart

Download Majalah Getart Gratis!

Warta Liputan Getart

Liputan Langsung Majalah Getart

pasang iklan murah di getart creative
Home » Pertunjukan & Kreasi

Sandiwara pewayangan Mahabharata

Oleh: - Majalah Online Getart CreativeOpini Anda

Kamis, 8 April 2010 – Pk. 20.00 WIB
Kusuma Budaya dan Gedung Kesenian Jakarta mempersembahkan sebuah sandiwara yang diangkat dari epik klasik pewayangan Mahabharata ”BOMA”
Produksi oleh Gelar
Sutradara & Komposer Blacius Subono
Koreografer Wasi Bantolo
Ide Cerita Bram Kushardjanto
Penulis Naskah Nanang Hape
Permain:
Agus Prasetyo, Maria Darmaningsih, Aries Murtono, Herry Suwanto, Nanang Ruswandi, Senthun B. Nugroho, Irwan Riyadi, Bram Kushardjanto, Prasetyo Sampurno, Darmatyanto Saptodewo, Dhita Saptodewo, Hoetomo DW, Wishnu Prahutomo, Himawan BS, Widodo, Soewardjoko Warpani, Bhismo, Wrhaspati, Bambang SP. Rahardjo
Dalang: Ekotjipto

Siapa sebenarnya Boma? Dalam dunia pewayangan, sosok Bomanarakasura mungkin tak se-populer Arjuna atau Gatotkaca. Namun sosok ini cukup mengusik Blacius Subono, Wasi Bantolo, Nanang Hape dan Bram Kushardjanto. Berangkat dari naskah klasik Mahabharata, tim penyutradaraan diatas mencoba membedah tokoh BOMA, putra Prabu Kresna, sebagai sosok anak yang haus akan kasih sayang orang tua – karena semenjak kecil ia tak pernah mendapatkannya. Setelah akhirnya ia menemukan orang tuanya, toh pembuktian demi pembuktian harus dilakukannya untuk memperoleh pengakuan sebagai anak yang berbakti kepada orang tuanya. Tapi yang didapatkannya hanyalah prasangka buruk dari sang ayah – karena bagaimanapun sang ayah tak merasa membesarkannya. Sesakti apapun Boma, ia tetap anak yang terbuang, besar dan tumbuh di jalanan. Pribadinya keras, menyimpan kemarahan dan kekecewaan atas ketidakadilan yang menimpa dirinya.  Salahkah ia?

HTM:  Rp. 100.000,- dan Rp. 50.000,- (balkon)
Informasi: Gedung Kesenian Jakarta

Download Jadwal Acara GKJ April 2010

Tuesday, 8 April 2010 – 8 PM
Kusuma Budaya and Gedung Kesenian Jakarta present a play from classical ‘wayang’ (shadow puppet show) epic of Mahabharata ”BOMA”

Production by Gelar
Director & Composer Blacius Subono
Choreographyy by Wasi Bantolo
Original Story Bram Kushardjanto
Script writer  Nanang Hape
Cast:
Agus Prasetyo, Maria Darmaningsih, Aries Murtono, Herry Suwanto, Nanang Ruswandi, Senthun B. Nugroho, Irwan Riyadi, Bram Kushardjanto, Prasetyo Sampurno, Darmatyanto Saptodewo, Dhita Saptodewo, Hoetomo DW, Wishnu Prahutomo, Himawan BS, Widodo, Soewardjoko Warpani, Bhismo, Wrhaspati, Bambang SP. Rahardjo
Puppet Master: Ekotjipto

Who is Boma, actually? In “wayang’s world”, Bomanarakasura might not as popular as Arjuna or Gatotkaca. But, the personage pretty much attracted Blacius Subono, Wasi Bantolo, Nanang Hape and Bram Kushardjanto’s attention. Taking from classical manuscript of Mahabharata, the production team mention above tries to explore BOMA, son of Prabu Kresna.  A story of a child thirst of parent’s love which he never had since the beginning.  After finding them, he must continuously proves himself as a devoting son that only leads him into his father’s prejudice—a father that after all did not raise him from the first place. As sacred as he was, Boma is still an outcast, lived and grew on the street. A truculent soul with anger and disappointment for his long injustice life. Can you blame him?

Kirimkan Komentar Anda..

tag:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>