Kabar Dunia Desain

Info Seputar Desain dan Event

Pertunjukan & Kreasi

Pementasan dan Pagelaran Seni

Seni dan Multimedia

Lintas Berita Multimedia Mania

Terbitan Baru Getart

Download Majalah Getart Gratis!

Warta Liputan Getart

Liputan Langsung Majalah Getart

pasang iklan murah di getart creative
Home » Yang Terbaru : Dari Getart Untuk Kita

Gawai Nebiak Sintang [Pentas Seni Dan Budaya Kabupaten Sintang]

Oleh: - Majalah Online Getart Creative2 Kontribusi

Waktu Mulai: 16 April 2010 jam 9:10
Waktu Selesai:18 April 2010 jam 22:10
Tempat: Benteng Vredenburgh — Yogyakarta

Ajat Temuai Datai
berasal dari bahasa Dayak Mualang (Ibanic Group), yang tidak dapat diartikan secara lansung, karna terdapat kejanggalan jika di diartikan kata per kata. Tetapi maksudnya adalah Tari menyambut tamu, bertujuan untuk penyambutan tamu yang datang atau tamu agung (diagungkan). Proses penyambutan ini, melalui tiga babak.

Babak pertama, dinamakan Ngiring Temuai (mengiringi tamu ataupun memandu tamu) sampai kedepan Rumah Panjai (rumah panggung yang panjang) proses ngiring temuai ini dilakukan dengan cara menari dan tarian ini dinamakan tari Ajat (penyambutan).

Kemudian kepala suku mengunsai beras kuning (menghamburkan beras yang dicampur kunir / beras kuning) dan membacakan pesan atau mantera sebagai syarat mengundang Senggalang burong (burung keramat / burung petuah penyampai pesan kepada Petara atau Tuhannya).

Babak yang kedua yakni mancung buloh (menebaskan mandau atau parang guna memutuskan bambu), berarti bambu sengaja dibentangkan menutupi jalan masuk ke rumah panjai dan para tamu harus menebaskan mandaunya untuk memutuskan bambu tersebut sebagai simbol bebas dari rintangan yang menghalangi perjalanan tamu itu.

Babak yang ketiga adalah Nijak batu (menginjakkan tumitnya menyentuh sebuah batu yang direndam didalam air yang telah dipersiapkan), sebagai simbol kuatnya tekad dan tinginya martabat tamu itu sebagai seorang pahlawan yang disegani. Air pada rendaman batu tersebut diteteskan pada kepala tamu itu sebagai simbol keras dan kuatnya semangat dari batu itu diteladani oleh pahlawan atau tamu yang disambut.

Dan babak keempat yakni Tama’ Bilik (memasuki rumah panjai), setelah melalui prosesi babak diatas, maka tamu diijinkan naik ke rumah panjang dengan maksud menyucikan diri dalam upacara yang disebut Mulai Burung (mengembalikan semangat perang / mengusir roh jahat).

UPACARA AJAT TEMUAI DATAI inilah yang akan dihadirkan dalam pembukaan event Gawai Nebiak Sintang di benteng Vredegbruh besok pada 16 April 2010, pukul 09.00 WIB. Tetapi dalam proses pelaksanaan kali ini, tidak akan menjalani kesemua tahapan dari adat Dayak tersebut sebab dalam proses pelaksanaanya dibutuhkan tetua adat ( ketua adat ) karna tetua adat kami berhalangan hadir jadi prosesi adat tidak dapat dilakukan semua. Tetapi kami selaku panitia akan melakukan beberapa tahap saja yaitu tahap pertama Ngiring Temuai (mengiringi tamu ataupun memandu tamu), dan tahap kedua Babak yang kedua yakni mancung buloh (menebaskan mandau atau parang guna memutuskan bambu).

2 Kontribusi »

  • gita kinanthi :

    ini pasti jadi salah satu atraksi seni dan warisan budaya bangsa yg unik serta menarik…

    2007 silam saya mengadakan penelitian ttg tari penyambutan tamu, datun julut dari kaltim…
    saya juga membuat apresiasi dalam bentuk karya tari tradisi kreasi dan kontemporer dalam konten seni dan budaya kalimantan”Borneo”

    saya penasaran dgn keanekaragaman seni dan budaya dari pulau yg satu ini

    i’m so exiceted to join with this event…

    good luck..

  • edza (Getart Creative Team) :

    iya pasti ada mbak :D
    hari ini bisa hadir untuk menyaksikan kah

Kirimkan Komentar Anda..

tag:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>